HIKMAH QURBAN | TAUSIYAH IDHUL ADHA

Ust. Umar Assidiq, S.Pd.I

Asslamu’alaikum wr wb

Kaum muslimin dan muslimah wa bil khusus para santri dan santriwati yang dimuliakan Allah SWT Allah SWT selau mencurahkan mengucurkan berbagai nikmatnya kepada kita baik yang besar maupun yang kecil baik yang zahir maupun yang batin terutama nikmat bahwa Allah SWT selalu memberikan bimbingannya,hidayahnya dan taufiknya kepada kita sehingga kita masih menjadi seorang yang beriman seorang yang islam sampai sekarang ini

    Kaum muslimin dan muslimah serta para santri dan santriwati yang berbahagia Allah SWT menyuruh kita dalam ayat al quran untuk melaksanakan ibadah kurban

SURAH AL-KAUTSAR

    Dalam ayat-ayat Al-quran atau hadis-hadis nabi SAW terminology daripada ibadah kurban kadang disebut dengan mansakun atau nusuk kadang disebut dengan nahrun kadang disebut juga dengan udhiyah semuanya maksudnya dalah ibadah kurban yakni penyembelihan hewan-hewan tertentu pada hari nahr. hari nahr itu,jatuh pada 10 dzulhijjah atau yang kita kenal dengan idul adha kemudian 11,12,13 dzulhijjah yang kita kenal sebagai hari-hari tasyrik dalam rangka taqarruban ilallah atau mendekatkan diri kepada Allah SWT saat surah al –kautsar turun terjadi dialog antara seorang sahabat nabi yang bernama zaid bin arqam ia bertanya, “ya rasulullah ma hadzihil adhohi”,wahai rasulullah apa yang dimaksud dengan ibadah kurban?. Lalu kata nabi,”sunnatu abikum Ibrahim”ia adalah mengikuti sunnah yang telah dimulai atau yang telah dilaksanakan olehnabi Ibrahim as “ma lana minha” kemudian sahabat nabi tadi bertanya “ apa manfaat atau faidah ata keistimewaan yang kami dapatkan ?”. kemudian kata nabi,”kulli syaratin hasanah”,bahwa kamu akan mendapatkan kebajikan dan pahala sebanyak bulu-bulu yang ada pada hewan yang kamu kurbankan kalau yang dikurbankan adalah kambing maka sebanyak bulu kambing kalau yang dikurbankan adalah sapi maka sebanyak bulu yang ada pada sapi itu dan kalau yang dikurbankan adalah unta maka sebanyak bulu yang ada pada unta tersebut

    Kaum muslimin dan muslimah serta para santri dan santriwati pondok modern asy-syifa Balikpapan yang saya hormati betapa besarnya faidah, manfaat dari ibadah kurban ini pertama, adalah mengikuti nabi Ibrahim as yang hikmahnya tentu mempunyai akidah yang lurus, hanifah mempunyai akaidah yang kuat dan mendahulukan kecintaan kepada Allah SWT daripada kecintaan kepada yang lainnya selain  daripada itu sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadis nabi dengan ibadah kurban kita akan mendapatkan ganjaran yang begitu jelas, yang begitu wadih ganjarannya adalah mendapatkan kebajikan sebanyak sebanyak bulu hewan yang  kita kurbankan kalalu kita melihat dari pendekatan, penghasilan. Melihat daripada penghasilan 2 kali lipat misalnya UMR apalagi yang berlipat-lipat dari UMR Balikpapan misalnya maka diantara kita banyak yang dapat melaksanakan ibadah kurban ini bahkan karena dia setahun kta bagi 12 artinya setiap bulan kita bisa menabung 250 ribu rupiah dari penghasilan besar yang kita dapatkan, maka hasilnya adalah 3 jt dengan 3 jt kita sudah bisa membeli kambing yang layak untuk dikurbankan kalau dikongsikan dengan 7 orang lainnya artinya 7 orang jika dikalikan dengan 3 juta maka akan menjadi 21 jt, itupun sudah mendapatkan sapi atau kerbau atau lembu yang layak untuk dikurbankan. Rasulullah SAW pernah mengungkapkan sebuah hadis yang berbunyi,”man kana lahu saatun falam yudoh falayaqrobanna mushollana”barangsiapa diatara kalian yang mempunyai keluasan dalam rezeki,yang mampu atau yang mempunyai kecukupan untuk melaksanakan ibadah kurban namun ia enggan untuk melaksanakannya,namun dia tidak mau berkurban maka dengan bahasa yang halus, dengan ungkapan yang santun rasulullah mengatakan ,”janganlah dekat-dekat dengan tempat shalat kami”. Imam adz-dzahbi menjelaskan tentang makana falayaqrobanna mushallana adalah pada waktu idul adha jangan datang dan bergabung dengan saudara-saudaranya yang lain pada pelaksanaan shalat idul adha ungkapan ini sebenarnya adalah ungkapan kekecewaan nabi bahwa nabi sangat kecewa bahwa nabi sangat tidak menyukai hamba-hamba Allah umat nabi yang diberikan kemampuan dan dipilih oleh Allah untuk menjadi orang yang berkecukupan hidup yang tidak berpikir bahwa itu adalah dipilih oleh Allah sebab banyak orang lain banyak manusia-manusia lain yang tidak mempunyai kemampuan tidak mempunyai penghasilan yang banyak,banyak sekali. Namun Allah memilih orang-orang tertentu menjadi orang yang mampu menjadi orang yang berkecukupan namun tidak bersyukur tidak mau atau enggan melaksanakan ibadah kurban yang hanya dipinta oleh Allah SWT sekali dalam setahun mereka yang tidak mau inilah yang membuat nabi merasa kecewa pada mereka.

    Kaum muslimin dan muslimah serta para santri dan santriwati yang saya hormati kalu kita menghayati maksud rasulullah pada perintah untuk melaksanakan ibadah kurban ini ternyata juga ibadah kurban ini sangat disukai oleh Allah SWT yang dilaksanakan pada hari nahr sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadis”ma amila ibniu adama yaumannahri amalan ahabba ilallah min hirookatiddam wa innahu la ta’ti yaumul qiyamah bi quruniha wa azlafiha wa asy’ariha innad dama la yaqou minallahi fi makanin qobla ayyaqoa alal ard fatiibu biha nafsan”. Kata nabi tidak ada amalan tidak ada kegiatan manusia pada hari nahr ,hari nahr yaitu 10,11,12,13 dzulhijjah yang lebih dicintai oleh Allah daripada penyembelihan hewan kurban dan sesungguhnya hewan kurban tersebut akan datang pada hari kiamat secara utuh dengan tanduk-tanduk nya, kuku-kukunya, dan bulu-bulunya. Jadi, datang secara utuh apapun yang ada pada hewan kurban tersebut untuk menjadi saksi bagi orang yang berkurban dan sesungguhnya darah yang dikucur kan pada saat penyembelihan hewan kurban itu sebelum mengalir ke tanah atau sampai ke tanah sudah Allah tempatkan di suatu tempat yang tentu tempat yang dimaksud di sini adalah tempat yang ghaib sebelum darah itu mengucur ke atas tanah, artinya kurban orang tersebut diterima oleh Allah SWT “fatibu biha nafsan” dan diakhiri ditutup oleh rasulullah dengan ucapan maka bahagiakanlah jiwa kalian bahagiakanlah hati kalian dengan penyembelihan hewan kurban selain daripada itu bahwa pelaksanaan ibadah qurban memang dianjurkan oleh nabi untuk dilaksanakan setiap tahun kalau memang kita sudah berkurban diri kita bisa kita niatkan untuk bapak ibu kita bisa kita niatkan untuk orang-orang yang kita cintai bisa kita niatkan untuk anak-anak kita,maka dalam satu keluraga misalnya ada 5 orang  suami istri anak 3 berarti 5 tahun berturut-turut melaksanakan ibadah kurban dimulai dari  bapak misalnya,ibu,kemudian anak pertama,anak kedua,anak ketiga.ditahun keenam mulai lagi,dari bapaknya,dari ibunya,dan seterusnya,dan bisa kepada orang tua dan orang-orang yang dicintai .sebab rasulullah SAW.ketika berkhutbah dipadang arafah pernah bersabda.ayyuhannas inna’ala kulli ahlil bait fii kulli a’min uddhiyyah.wahai orang-yang hadir pada hari ini,ketahuilah sesungguhnya setiap ahli bait mempunyai keharusan untuk berkorban setiap tahun.demikianlah apa yang bisa kita sampaikan,dengan kesimpulan bahwa dengan kita melaksanakan ibadah kurban berarti kita telah memenuhi seruan Allah,yang tercantum pada surah al kautsar fasholili robbi ka wanhar.kemudian juga menunjukan bahwa kita lebih mencintai Allah SAW.diatas yang lainnya.selain daripada itu dengan berkurban,kita membuat rasulullah SAW.tidak merasa kecewa,tidak merasa tidak menyukai artinya supaya rasululah cinta kepada orang yang berkurban,begitu pula kepada ibadah kurban kita bsa memberikan solidaritas  terhadap sesama orang-orang kita,terutama kepada orang-orang yang tidak mampu,dan dengan berkurban,yang terpenting adalah,membahagiakan diri pribadi kita,membahagiakan keluarga kita,baik didunia maupun di akhirat,demikian lah dan semoga Allah SWT selalu membimbing kita sehingga kita bisa melaksanakan perintah-perintah Allah dan ,menjauhi segala yang dilarangnya.hada niallahu wa  yakum jama’in

Wassalamualaikum wr wb

Categories: TAUSIYAH

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *